Kamis, 08 November 2012

Apa sih menariknya bus bagi para Busmania??? Terutama pada saya.

Hmmm... Berkali-kali teman-teman sesekolah saya selalu bertanya "Kenapa lo suka bus?", "Bus apa bagusnya sih", dll. Di sinilah, anda semua akan tau jawabannya. Terutama utk para dulur-dulur (Sapaan akrab kepada seluruh anggota Bismania Community maupun busmania pribadi) yang masih Newbie/Pemula yang bingung cari jawabannya, hehe :p. 

A. Bis

Berawal dari hobi menggambar bus. Itu sejak tahun 2007/katakanlah saya saat itu berumur 8 Tahun. Hingga saat ini saya masih ada perasaan menghobi dengan bus. Sebagai penyuka berbagai macam transportasi (Entah itu Mobil, Pesawat), saya mulai merangsang diri saya bersama bis.

Bis merupakan kendaraan roda 4 dengan kapasitas angkut yang besar. Dengan berbagai macam model-modelnya yang sangar, mewah, dll. Tak luput dengan tarif yang terbilang terjangkau dan dengan pelayanannya yang bervariasi untuk menarik perhatian para masyarakat utk merasakan berbagai macam pelayanan dari berbagai P.O (Perusahaan Otobus). 

"Modelnya kok beda-beda sih? Kan bis sama semua..." -> Lho, kan macem-macem bentuk interiornya, lampunya, desain bodynya, desain overhang yang tergantung dari sasis mesinnya. Bentuknya ya sama semua dalam bentuk 'bis', hehe. :D

A1. Akhirnya saya pun menghobi diri saya dengan bus.

Sebagai kendaraan setia masyarakat untuk berpulang kampung yang berjarak jauh ini, banyak sekali masyarakat yang menyukai kendaraan yang digemari oleh para Bismania dan yang lainnya. Dari livery-liverynya yang 'ngejreng', model-modelnya yang terbilang "wow", hingga Mesin. Banyak pula yang menyukai mesin/sasisnya karena suara mesin, emisi mesin.

Apalagi mudah dipotret di mana saja. Persisnya di tempat yang ramai akan bis. Misalnya: Jalan menuju Terminal/ Jalan yang paling banyak dilalui bus (Cth: Jalur Pantura dan Jalur Lintas Selatan Jawa). 

Oh iya, teringat Jalur Pantura, Jalur Lintas Utara di Pulau Jawa yang sangat ramai akan bus yang saling berbalapan dan truk. Tempat ini juga cocok sekali dijadikan tempat hunting. Selain suasana Jalan yang ramai akan bus yang saling berbalapan, P.O yang melewati Jalur ini sangat bervariasi. Seperti Rosalia Indah, Pahala Kencana, P.O Haryanto, ALS (Antar Lintas Sumatera), banyak deh. Saya gak bisa sebutin satu-persatu, hehe... :)

Nah, sudah terkumpul kan kesimpulannya? Kenapa saya suka bis?:


  1. Model yang bermacam-macam/model yang banyak digemari
  2. Pelayanan dari beberapa P.O
  3. Livery dari beberapa P.O yang terbilang ngejreng/berdesain bagus
  4. Mudah digambar (Mungkin kalau orang-orang yang Tingkat menggambarnya udah menengah ke atas ya). Bisa juga yg digambar cuma body samping. Ini cara menggambar yang paling mudah. Karena saya kalo gambar bus pakai model 3D sekarang. Sesuai selera saja. :)
  5. Banyak Komunitas utk penggemar P.O tertentu. Misal: Garuda Mas Mania (GM Mania), Putra KJU Mania (PKL), Pahala Kencana Lovers, Efisiensi Lovers, Kramadjati Mania (KDM), dll. Tapi saya blum bisa gabung, berhubung masih dalam pengawasan orang tua... :)

Selasa, 31 Juli 2012

Ngabuburit bersama Traja [Cobain Traja BMP jika di Koridor 1 pada Hari Minggu/CFD]

Nah, ini yang saya nanti-nantikan dari kemarin! Rencananya sih mau tanggal 5 Agustus, tapi akhirnya malah dimajuin deh ke tanggal 29 Juli. Yang ada (Tanggal 5) bisa lain acara lagi, Haha

Story & Pictures

Sesuai rencana, saya akan ngabuburit sambil Hunting ke Dukuh Atas dan Harmoni. Hasilnya juga kira-kira lebih dari perkiraan saya :D. Saya yang kebetulan lagi jalan ke Arion Mall waktu itu, saya pas arah pulang diturunin di Halte UNJ, lalu naik Traja arah Dukuh Atas 2 (14.20). 

Sebelum sampe Dukuh Atas 2, saya mau turun dulu di Halte Pasar Genjing (14.25). Mau liat mesin barrier yang masih dibungkus itu (Seperti pengamatan saya hari (sebelumnya) pas ga sengaja lagi lewat Pasar Genjing). Saya bingung entah itu buat Jackard atau tdk. Tapi kalo Jakcard mungkin ada sticker Jakcardnya ya. Blum ada turnstilenya juga kok...

Entah buat E-Ticketing Jakcard atau bukan
Jadi harus nunggu kira-kira 5 menit baru dapet Traja lagi deh (14.30). Setelah 2 Traja kosong (abis isi BBG) numpang lewat. Kira-kira Jam 3 kurang 15 menit (14.45) baru sampe Dukuh Atas 2... Hunting bentar di atas SWPA (Jembatan transit antar halte), baru ke Harmoni... 


JTM027 -Traja Koridor 6-
JTM045 -Traja Koridor 6-

BMP (Gandeng) lagi tukeran sama Koridor 1 pas hari minggu -Traja Rute (9A) PGC-Grogol 2-
BMP (Single) lagi tukeran sama Koridor 1 pas hari Minggu -Traja Koridor 9-
Biar macet, tetep aja Traja yang lebih cepet. Hahaha :D

Saya langsung ke Halte Dukuh Atas, dapet Traja Single (Harapan yang terbalik :p). Untung banget busnya sepi, jadi masih dapet duduk... Hehe. Kalo utk Traja Single sih udah tau kan? Ga ribet2x banget berhenti di halte. Cukup buka satu pintu *kalo ada dua tombol pintu berbeda*. Lagi pula, Traja Ragunan-Monas yang punya sepasang pintu (Depan-Belakang) juga cuma buka 1 pintu (kecuali yang Traja Daewoo *karena Traja Daewoo JTM/JMT tombol pintunya ngebuka/tutup 2 pintu langsung*).

Turun di Harmoni (14.55), saya langsung keluar halte untuk Hunting. Pertama, saya hunting di JPO (Jembatan Penyebrangan Orang). Kedua, saya hunting dekat Jalur Busway (*Saya sekarang lebih seneng nyebut Jalur Bus Traja "Busway" karena artinya memang itu, sedangkan untuk penyebutan Bus Transjakarta, saya mulai suka menyebut Traja*).

Hunting di sini (Harmoni), ternyata hasilnya lebih dari perkiraan! Malahan lebih bagus. Saya bisa naro kamera di mana aja. Bisa di tanah, di atas (Sejajar dengan kepala saya), miringin kamera. Karena di situ Traja rame banget. Ada Koridor 1 (Pake BMP pas saya hunting), 2, 3, 8, Rute Harmoni-Grogol 2, Rute PGC-Harmoni. Lebih-lebih daripada hunting saya waktu itu di


di mana hayoooo? (Sori OOT).
Meningkat juga ya hasil potretan saya. Sebenernya sih banyak banget, cuma saya ringkes ya di sini. Lebih lanjut, bisa dilihat di sini... ;) [*Login Facebook dulu ya. Baru bisa diliat*]


Traja BMP Gandeng di Harmoni. Saya baru ingat, Pintu arah Kota/Blok M 2 pintu. Jadi ga terlalu lama ya naikkinnya... :)

Traja BMP Single di Harmoni. Lagi menurunkan penumpang di Pintu Penurunan/Prioritas...

Traja JMT (Single). Inilah Traja dgn Rute PGC-Harmoni.

Traja Koridor 3 (Pasarbaru-Kalideres). Traja TB

Traja BMP Single Karoseri Restu Ibu

Traja TB Koridor 3. (Merah-Kuning)

Ground Camera

TB*** Leaving Harmoni

Traja JMT (PGC-Harmoni) is going to Turn Around at U-Turn before Sawah Besar Shelter

TB123 (Traja Koridor 3 (Kalideres-Pasarbaru))

My Favourite Picture! ^_^
(15.45) Saya kembali beli tiket untuk naik Traja kembali. Alhamdulillah, ternyata benar (Harapan terbalik) saya dapet Traja Gandeng untuk ke Dukuh Atas (harusnya harapan ini Traja saya untuk ke Harmoni -_-). Sampe di Dukuh atas sekitar Jam 4. sekitar 15 menit saja. Nyebrang lewat SWPA (without Hunting). Pulang naik Koridor 4 & 2. Sampe Rumah kira-kira Jam 16.40...

Oh ya, saya hampir lupa. Utk Traja Gandeng, harus membuka 1 Pintu jika berhenti di Halte Glodok hingga Sawah Besar, Tosari, Polda, GBK, Masjid Agung, dll. Ini berarti, orang di belakang yang ingin turun harus berdesakan ke depan (Jika Traja Penuh Sesak). 

Tapi berdasarkan pengamatan saya, tidak ada orang yang dari belakang ke depan utk turun di Halte (Yang Satu Pintu). Berarti orang-orang itu berkerumun di dekat pintu depan. Atau mungkin malah ngincer Traja BMP Single, bukan gandeng...

Tanggal 5 Agustus 2012

Dugaan saya bener kan! Tanggal 5 acaranya lain lagi... Waktu itu, saya ada acara bukber di luar... Pas Sore lagi berangkatnya. Gak sempet hunting lah...

Penutup

So far, objek yang saya foto kyknya sama aja... Yang beda cuma pose dan posisi kameranya.... Tapi alhamdulillah, ada peningkatan. Dalam arti hunting ini berjalan dengan lancar. Semoga hunting-hunting berikutnya berjalan dengan lancar sama seperti ini... *Tanpa adanya teguran "Dilarang Memotret" dari onboard* Hahaha :p
Gambar Penutup

Sabtu, 28 Juli 2012

Karoseri Rahayu Santosa

Sejarah / History

1961     Established - Bus Operator , Located in Bogor
1972     Start Bus Manufacturing
1974     Stop Bus Operator
1982     Second Generation take Over
1984     Move to new location ( Main Factory )
1993     PT. Restindo Dayatama – Seats Manufacturer
1994     PT. Sentras Varitama - Fibreglass
1995     Start Component Division (MFG) - Modular Body Concept
1997     Start Implementing Modular Body Concept (12 m Bus)
1998     Economy Crisis
2001     Design Center
2003     Start Implementing Modular Body Concept (8 M Bus)
2004     Setup Holding Company – PT. Prima Sentris Santosa
.........     Setup Distributor Company – PT. Duta Prima Santosa
2005     Move Design Center to Main Factory
2006     Start Monocoque Project
2007     Start Implementing Modular Body Concept (5 m Bus) – Commuter & Truck
2008     Start Production Articulated Bus


Apa itu Rahayu Santosa?



Bus P.O Karunia Bakti bermodel Evo C
Rahayu Santosa merupakan Karoseri (Perusahaan Pabrik Bus (PT.) yang bertempat di Bogor, Jawa Barat. Didirikan tahun 1961. Karoseri tersebut mulai memproduksi bus pada tahun 1972. (Langsung lompat aja ya). Pada tanggal 2008, PT. Rahayu Santosa memproduksi bus Gandeng perdananya (100% Buatan Indonesia!). 

Ets!, yang dimaksud buatan Indonesia itu Chassis/Sasisnya. Sasisnya dibuat oleh PT. Asian Auto International (AAI). Sedangkan mesin, transmisi, dan mekanik lain masih impor dari luar negeri. Bus ini bermesin Doosan Infracore dari Korea, bertransmisi Matic diimpor dari Pabrik Voith, Jerman , gandengan (turnstile) diimpor dari Pabrik Hubner, Jerman.


Bus gandeng yang pertama diimplementasikan PT. AAI. Bus Gandeng dari Operator LRN bermodel Evo G.
Mengapa saya suka Karoseri Rahayu Santosa?

Saya baru mengenal Karoseri Rahayu Santosa sejak tahun 2008, di mana armada baru Koridor 2 & 3 berkaroseri Rahayu Santosa bermodel Celcius mulai dioperasikan kala itu (CMIIW). Lalu model bus yang pertama saya tau di Karoseri ini yakni, Evo G. Saat bus tsb. beroperasi di Koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni) yang harusnya jadi armada tambahan Koridor 7 (Kp. Rambutan - Kp. Melayu).
Bus Single dari Operator LRN (Lorena) bermodel Evo G.

Lalu ketemu lagi bus gandeng Koridor 9A (PGC-Grogol 2) bermodel hampir mirip dengan bus gandeng yang pertama kali diimplementasikan oleh PT. AAI (Asian Auto International).  Ternyata bus Gandeng itu merupakan bus gandeng bermodel Evo C. Ga lama dari situ, saya jadi pengen kenalan sama Rahayu Santosa... Hehe :p

Bus Gandeng Karoseri Rahayu Santosa bermodel Evo C.


Tapi saya ga terlalu menyukai Karoseri Rahayu Santosa sih. Kan banyak karoseri2x bus lainnya. Oh ya, ini model2x bus dari karoseri Rahayu Santosa yang saya hafal: Evolution, Evo G, Evo C, Evo X, Euroliner, Concerto, Celcius 350, Celcius 810.



Bus P.O Primajasa bermodel Evo X (Kanan) yang kiri kurang tau.
Bus Marissa Holiday bermodel Euroliner (Sepertinya model terbaru)
Bus Handoyo bermodel Celcius 810

Kiranya sekian dulu deskripsi saya mengenai Karoseri Rahayu Santosa. Sepertinya foto-fotonya masih sedikit. Nanti saya tambah lagi, karena keterbatasan waktu saya ngurusin blog :) . Sebagian saya ambil dari Google Images. Saya baca sejarahnya Model Euroliner aja langsung terkagum-kagum ke situ terus dah :D. Soalnya bus ini paling bagus, keren, dan mewah menurut rating saya kategori Karoseri RS. Hehe.


Copyright © 2012 - Karoseri Rahayu Santosa by Adnan Yasin

Minggu, 22 Juli 2012

New Fleet of Trans Mayapada Busway.

Awalnya saya penasaran pas ada Berita "7 Armada Gandeng TMB dioperasikan" (TMB 35-TMB 41). Saya langsung cari info, seperti apa busnya. Katanya Bus Komodo yang buat Koridor baru itu. http://bit.ly/OOYvva (Credit: Mas Wibo) . Akhirnya, hari Kamis (19/7) saya langsung cari2 bus gandeng TMB.

Rutenya sih agak ribet, saya naik dari Cempaka Mas transit di Bermis, lalu transit di Matraman, naik Bus Komodo LRN arah PGC.

Lalu transit di BKN, yah, mungkin bisa dapet yang lebih lowong di Halte Awal2...

Biasanya kan lebih gampang ke BKN itu naik Koridor 10, cuma saya perkirakan busnya lama. Saya pulangnya turun di situ aja antrean arah PGCnya bukan main -_- Langsung aja ya saya bahas spesifikasi busnya:

Seperti Armada-armada Transjak DMR, bus gandeng ini dilengkapi 4 kamera CCTV. 3 Di Gerbong depan, 1 diantaranya di luar menghadap depan, 1 di gerbong belakang. Dan bisa dimonitor langsung di Ruang Kendali Pramudi menggunakan Monitor LCD. Ruangnya pun disekat pake Pintu dan bisa di kunci, seperti pada armada Transjak DMR karoseri Trisakti.
Kabin Depan TMB Gandeng (Sorry Blur)

Kabin Belakang TMB Gandeng
Ruang Kendali Pramudi Disekat pakai pintu dan bisa dikunci

Ruang Kendali Pramudi
Kalo misalnya pada males nyari ke Koridor 9, mending tengokin aja Transjak DMR di Koridor 11. Atau yang di BKO ke Koridor 5. :)

Info Haltenya juga memakai versi 4G (CMIIW), yang pakai GPS. Jadi kalo udah deket halte, info haltenya bunyi sendiri. Sudah diprogram sesuai kordinat dan tempat di mana dia beroperasi. 

Nah, di sini yang paling mengherankan, info haltenya yang bunyi cuma belnya doang. Suara Infonya pendem alias pelan. Imbasnya, cuma tulisan di Layar LEDnya aja yang kelihatan. Ini kalo bus penuh sesak, penumpang yg di belakang ga bisa liat LEDnya (Kecuali yang duduk di atas mesin/paling belakang).

*Tapi di bus gandeng, biasanya ditempatkan 2 satgas. Tapi beberapa bus ditempatkan 3 satgas. Bisa kebantu dikit lah, itu juga kalo suaranya lontong (Ups, Lantang Maksudnya :p)

Cempaka Mas-Grogol via Bermis-Matraman-BKN-Grogol udah abis 2 Jam (9.45-11.45). Tapi kalo naik Express Kalideres ke Grogol bisa lebih cepet. Bisa juga naik Koridor 2 transit di Juanda/Pecenongan [Yang masih transit di Harmoni, Jangan salahin kalo terkadang antrean(arah Kalideres) nya meriah. Tapi boleh juga sih. Tergantung selera... :) ]

*Perjalanan menyusuri bagian dalam itu lebih (baca: cepat) dibanding Jalan memutar. (Menurut Observasi saya sendiri)

Saya lanjutkan ke Lebak Bulus. Ga usah saya ceritain ya. Males. Ntar yang baca juga ikut males juga kelamaan baca... Hehe :) Daripada bosen, liat aja beberapa iklan di bawah:

Saatnya Wanita Yang Jadi "Utama"! :p (LOL!). Ini yang paling "Utama" dicomplaint penumpang2 Traja... Haha
Sampai Grogol lagi Jam 15.40. Lalu Transit. Saya kembali naik Bus Gandeng Jurusan PGC. Lalu di Cawang UKI (16.30) terjadi kemacetan panjang dari persimpangan UKI dan ujung Underpass Halte Cawang Sutoyo mengarah Cililitan. Itu disebabkan perbaikan jalan di lajur 2 dan 3 di dekat Halte UKI (mudah2an cepat selesai). Konsekuensinya, Traja dari Cawang Sutoyo mengarah Pinang Ranti, harus mengambil jalur ke kiri setelah menurunnaikkan penumpang di Cawang Sutoyo. Begitu juga dengan kendaraan lain yang ingin masuk Tol. Harus Lewat Atas. Karena tidak bisa mengambil jalur setelah underpass.

Lalu saya mendapatkan pelayanan tak puas dari salah satu satgas di Bus Gandeng yang saya naiki sebelum saya Transit di BKN. Masa kalau motret harus izin dulu? Ada ya peraturan baru? Kok bisa2nya membuat peraturan sendiri? Lagian negurnya juga ala orang arogan. Tidak memenuhi kriteria kesopanan... :(

Saat saya sampai di rumah, saya langsung tanya ke salah satu Anggota Komunitas STJ (Suara TransJakarta) yang kebetulan Friend di FB saya. Katanya tidak ada peraturan itu. Katanya, kalau ada satgas yang begitu, dia takut akan dilaporkan. Padahal, niat saya baik sekali memotret itu. Saya saat itu memotret Kondisi lalin, bus traja. Saya tegasin lagi ya: Saya TIDAK Hobby COMPLAINT/MENGADU ke Pimpinan (Kecuali kalo benar2 menyedihkan).

Saya memotret itu untuk dishare ke Jejaring Sosial, sebagai informasi (tentang kemacetan, kondisi lalin lainnya). Saya berhasil tweet ke Twitternya TMC, ada perbaikan Jalan di UKI (kala itu). Trus saya motret bus Gandeng TMB untuk dijadikan Foto Profil saya (Hasilnya jadi blur karena dikagetin sama satgas). Orang ini (Anggota STJ tsb.) juga cerita, pernah mengalami hal yang sama (Dilarang Memotret). Lalu curhat sedikit lah. Hehe. :p

*Ini juga sekaligus menjadi pengalaman ya. Siapapun yang mengalaminya, ga usah takut. Baca baik2 kalimat saya. Banyak kan anda semua pernah mengalaminya juga? Ga usah takut lagi, asalkan niat anda baik. Oke?

BTT (Back To Topic), saya sampai di Rumah Jam 17.30. Jadi berangkat jam 9.45, pulang jam 17.30 (9.45-17.30) total perjalanan 7 Jam 45 Menit. Wow! Ini hunting paling terlama dari hunting-hunting sebelumnya.

Bonus:

Terdapat beberapa gambar hasil seleksi saya yang kemungkinan hasilnya perfecto... Kalo ga suka "Date Stamp" nya (Tulisan Tanggal Pada Gambar) di crop aja... :) Soalnya camera saya sudah nge-sett sendiri seperti itu... Monggoo :) =

Transjak BMP Gandeng.

Transjak TMB Gandeng.

Again.

And Again.

Always be... :)

Bus Transjak PP (Primajasa Perdanaraya)

Again.


Baik, cukup sekian review/cuplikan saya tentang hunting kini. Doa'in ya semoga hunting2 berikutnya lebih baik... :) Biar bonusnya melimpah.. Haha :p

#Kritik, Saran dan Pujian dapat disampaikan dengan memberi komentar... ;)

Sampai Jumpa! :)

Regards, 



Adnan

Copyright © 2012 - New Fleet of Trans Mayapada Busway By Adnan Yasin.

Senin, 02 Juli 2012

Transjakarta Busway - BRT on DKI Jakarta

A. Seputar sejarah tentang Transjakarta

Transjakarta atau lebih popular disebut busway adalah moda transportasi bus cepat (Bus Rapid Transit/BRT) yang bertujuan memberikan jasa angkutan umum yang lebih cepat, aman, nyaman, namun terjangkau. Supaya hal tersebut dapat tercapai, transportasi ini diberi jalur khusus dan jalur tersebut tidak boleh dilewati kendaraan selain armada bus Transjakarta (termasuk armada bus kota). Harga tiket disubsidi oleh pemerintah seharga Rp.3500 supaya lebih terjangkau olkeh masyarakat luas Jakarta. Berdasarkan rencana sebelum pembangunan busway, jalur busway direncanakan untuk menggunakan sistem contra flow atau lawan arus agar jalur tidak diserobot kendaraan lain. Tetapi tidak jadi dikarenakan pertimbangan keselamatan lalu lintas. Transjakarta sudah memiliki 11 koridor (jalur/rute) yang masing-masing telah diresmikan dari tahun ke tahun. Transjakarta Busway mulai dioperasikan pada tanggal 15 Januari 2004. Selama 2 minggu, Transjakarta memberikan pelayanan tiket gratis kepada masyarakat Jakarta. Hal ini dilakukan supaya masyarakat Transjakarta bisa beralih dari kendaraan pribadinya dan mengenal transportasi barunya, Transjakarta. Pada tanggal 1 Februari 2004, Transjakarta sudah beroperasi secara komersial.

Saya akan menceritakan dan membahas tentang masing-masing koridor Transjakarta...
Simak ya.. :) Supaya yang belum tau busway jadi tau.. Hehe.. :D
Untuk rute yang dilewati akan dibahas dibagian bawah

Koridor 1 (mulai dioperasikan tanggal 15 Januari 2004)

Koridor 1 (Blok M - Kota) mulai dioperasikan pada tanggal 15 Januari 2004. Bersamaan dengan awal dibentuknya Transjakarta Busway. Beberapa cerita tentang koridor 1 sudah diceritakan di atas... dari "mulai dioperasikan" hingga beroperasi secara komersial". Sebagai wujud emansipasi wanita, pada tanggal 21 April 2005 (Hari Kartini) Transjakarta sudah memiliki pengemudi wanita. Ditargetkan Transjakarta sudah memiliki pengemudi wanita mencapai 30%. Hingga Mei 2006, Transjakarta sudah memiliki 50 pengemudi wanita. Pada awal beroperasi, bis-bis Transjakarta banyak yang mengalami masalah, diantaranya adalah salah satu bis yang atapnya menghantam terowongan rel kereta api, pintu otomatis penumpang yang bermasalah, tombol pemberitahuan halte selanjutnya. Sebagian Koridor 1 juga ikut membantu kerja Koridor 10 pada hari kerja, kurang lebih 20 Armadanya dialokasikan ke Koridor 10 (Tanjung Priok-PGC)

Berikut merupakan armada-armada Koridor 1 yang beroperasi:

G.1 Bus Hino RG - Karoseri New Armada (Genesia)
G.2 Bus Mercedes Benz - Karoseri Restu Ibu (R.

Koridor 2 & 3 (mulai dioperasikan tanggal 15 Januari 2006)

Dua tahun setelah Koridor yang saat ini berumur 8 tahun (Koridor 1), gubernur Sutiyoso meresmikan dua koridor baru, yakni Koridor 2 (Pulogadung-Harmoni) & 3 (Kalideres-Pasar Baru) pada tanggal 15 Januari 2006. Saat Halte busway (bisa disebut Shelter) Harmoni sedang dalam renovasi, halte transit sementara Koridor 3 Sawah Besar, Monas. Setelah halte Harmoni selesai direnovasi, nama halte tsb. berubah menjadi Harmoni Central Busway dan menjadi salah satu titik transit busway. Pada tanggal 10 Februari 2008, koridor 3 memulai rutenya yang baru, yakni dari Jelambar tetap lurus ke Jalan Kyai Tapa dan Jalan Kyai Hasyim Ashari lalu belok ke kanan untuk berhenti di Harmoni. Tetapi karena rute baru ini belum resmi, sebagian bis koridor 3 masih melewati rutenya yang lama, yakni lewat tomang, Jalan Kyai Caringin, Jalan Balik Papan karena pembangunan 2 halte sepanjang Jalan Kyai Tapa, yakni RS Sumber Waras dan Grogol 1 (G1/Trisakti) belum selesai. Mulai tanggal 10 September 2008, setelah dua halte tsb. selesai dibangun, bis koridor 3 resmi melewati Jalan Kyai Tapa dan Jalan Kyai Hasyim Ashari, tidak lagi melewati Tomang, Jalan Kyai Caringin dan Jalan Balikpapan.

G.3 Bus Rahayu Santosa (Kiri) Bermesin Daewoo[TB101-TB108], Bus Restu Ibu (Kanan) Bermesin Daewoo[TB067-TB071]

G.4 Bus Mayasari Utama Warna Biru Bermesin Daewoo[TB001(alm.), TB002-TB026]
G.5 Bus Mayasari Utama (Kuning/Orange) yang membantu melayani Koridor 2 [TB066], adapun bus-bus seperti ini yang melayani Koridor 3, yakni [TB027-TB063]
G.6 Bus Rahayu Santosa (Abu-abu) yang sebagian melayani Koridor 2 [Pulogadung-Harmoni], sebagian melayani rute express[Pulogadung-X Deres/Bunderan Senayan], sebagian lagi melayani Koridor 3 [X Deres-Pasar Baru], bus-bus itu diantaranya adalah [TB108-TB118, TB119(alm.), TB120-TB126]
G.7 Bus TB002, dahulu pernah terbakar di Tugu Tani, lalu sudah di rehab total. Dulu bermesin Hino dan bertransmisi Manual, sekarang bermesin Daewoo dan bertransmisi Otomatis (Matic).





Koridor 4,5,6,7 (mulai dioperasikan tanggal 27 Januari 2007)

Dibangun pada tahun 2006, dengan jurusan:

  • Koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas2)
  • Koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol)
  • Koridor 6 (Ragunan-Halimun(mulai sekitar 2009 diperpanjang hingga Dukuh Atas2))
  • Koridor 7 (Kampung Melayu-Kampung Rambutan) 
Diresmikan pada tanggal 27 Januari 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Dan mulai beroperasi secara efektif pada tanggal 28 Januari 2008. Berbeda pada saat peresmian koridor 1. Tidak ada tiket gratis sebagai sosialisasi warga Jakarta.

G.8 Bus berkaroseri Mayasari Utama bermesin Daewoo (kiri) [JTM001-JTM018], bus berkaroseri Korindo bermesin Hyundai Evotech (kanan) [JTM021-030]



G.9 Bus berkaroseri Srikandi bermesin Daewoo (Ini salah satunya (JTM052))


Koridor 8 (di bangun tahun 2007, dioperasikan tanggal 21 Februari 2009) Koridor 9 (dibangun tahun 2007, dioperasikan tanggal 30 Desember 2010) Koridor 10 dibangun bersamaan dengan koridor 9.

Dibangun pada tahun 2007, dengan Jurusan:

Koridor 8 (Lebak Bulus-Grogol-Harmoni)
Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit)
Koridor 10 (Tanjung Priok-PGC)

Awalnya ketiga Koridor ini direncanakan bisa dioperasikan pada bulan Maret 2008, lalu ketiga Koridor ini mengalami beberapa penundaan.

     1. Koridor 8

Akhirnya, dari ketiga Koridor ini, baru bisa 1 Koridor yang dioperasikan, yakni Koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni). Dioperasikan pada tanggal 21 Februari 2009. Karena kala itu dari 45 bus yang dibutuhkan masih ada 20 bus yang beroperasi, BLUTJ terpaksa memperpendek rute karena ke-20 bus itu tidak cukup untuk bisa melayani sampai Harmoni. Rute diperpendek menjadi Lebak Bulus-Indosiar, walaupun sebagian sumber menginformasikan sampai Jelambar. Kala itu, operator yang melayani Koridor 8 adalah PT. Primajasa Perdanaraya Utama (PP) dan PT. Eka Sari Lorena Transport (LRN). Namun, sekarang (hingga 2012) hanya dilayani oleh operator PT. Primajasa Perdanaraya Utama, sebab, Koridor 7 kekurangan armada karena armadanya dibagi-bagi. 

G.10 Salah satu armada dari operator PP. Bus berkaroseri Mayasari Utama bermesin Hino RK


G.11 Salah satu armada dari operator LRN( Bus Single). Bus berkaroseri Rahayu Santosa (RS) bermesin Hino RK
*OOT Sedikit ya* Koridor 7 ini operator aslinya LRN, Koridor 4 dan 6 operator aslinya JTM dan PP. Kala itu (Tahun 2010-2011), PP berada di Koridor 4, 6, dan Rute Poros Harmoni-Petojo-Grogol 2 (kala itu rute poros ini hanya beroperasi di hari kerja). LRN berada di Koridor 7 dan 8 (Tahun 2010-2011 satu-satunya operator di Koridor 8). Lalu karena banyaknya penumpukan penumpang (di halte2 transit) disebabkan kurangnya armada (Ex: BNN, Grogol 1, Harmoni), akhirnya Koridor 4 yang juga dilayani PP digantikan oleh JMT, semua bus-bus LRN di Koridor 8 dikembalikan ke Koridor 7, bus-bus PP dioper kembali ke Koridor 8 (sebagian kecil tetap beroperasi di Rute Poros Harmoni-Petojo-Grogol 2(sekarang rute poros ini beroperasi setiap hari))

     2. Koridor 9 + 10

Beroperasi pada tanggal 30 Desember 2010. Setelah mengalami lamanya penundaan. Bus yang beroperasi di Koridor 9 ini dioperasikan oleh operator BMP (PT. Bianglala Metropolitan), TMB (PT. Trans Mayapada Busway) dan JET (PT. Jakarta Express Trans *Hanya hari Minggu saat CFD di Sudirman*). Sedangkan bus yang beroperasi di Koridor 10 (pada hari Kerja dan hari Minggu) dioperasikan oleh operator JET (PT. Jakarta Express Trans *Hanya hari Minggu saat CFD di Sudirman*). Pada hari Sabtu, dioperasikan oleh operator BMP Single (Operator aslinya nih).
G.12 Salah satu Bus Single milik BMP dan TMB. Bus berkaroseri Korindo bermesin Hyundai Evotech (*Masa kini. Kalo Hyundai punyanya Koridor 4+5+6 (JMT/JTM) mesinnya agak bergetar banget kalo busnya dijalankan)


G.13 Inilah, karya anak bangsa. Salah satu Bus Gandeng (Articulated) milik BMP. Bus berkaroseri Rahayu Santosa (RS) bermesin Doosan Infracore (dari Korea). Meskipun mesin + transmisi belum bisa dibuat oleh Indonesia. :')


(Sedikit OOT)
Sedikit informasi pada Hari Minggu (rutin dilakukan karena ada Car Free Day/CFD/HBKB):
1. Bus Koridor 1 memakai bus-bus BMP Single dan Gandeng (Komodo)
2. Untuk Koridor 9, memakai bus JET (Pinang Ranti-Pluit(09)) dan TMB Single dan Gandeng (Rute PGC-BKN-Grogol 2)
3. Untuk Koridor 10, memakai bus JET

Ada beberapa keuntungannya dan Ruginya di sini, Keterangan menurut urutan yang saya sebutkan di atas:

1. Rugi banget kalo pake bus gandeng... bus gandeng Pintunya Tiga, sedangkan beberapa Halte-halte Koridor 1 (Ex: Sta. Kota, Glodok-Harmoni, Bank Indonesia-Sarinah, Tosari, Polda-GBK, Masjid Agung-Blok M) Pintu haltenya masih 1 (CMIIW). Kalo Dk. Atas sama Benhil masih ada dua. Masih bisa untuk takaran bus gandeng. Kalo Monas pintunya sih Iya 3, cuma bentrok banget sama Pintu yang beda jurusan (Sisi Timur/Arah Blok M)! X_X Pintu yang paling kiri pintu Penurunan, yang tengah Pintu arah Blok M, yang depan Pintu arah Pulogadung. Nah loh yang penumpang2 Pulogadung pada bingung deh ini bus Pulogadung atau bukan :p
Ada yang bilang, dengan adanya Bus Gandeng di Koridor 1 pada Hari Minggu, BLU Transjakarta mengujicobakan Bus Gandeng (Yang seadanya sekarang) sebelum Koridor 1 ini semua Busnya diganti dengan Bus Gandeng Baru.

2. Nah loh ada untungnya juga kan? :D kalo Koridor 9 pakai Bus JET, sesampainya di Pinang Ranti, bisa langsung isi Solar (BBM) karena SPBU Pinang Ranti Khusus Busway ini berada di belakang Terminal Pinang Ranti (Deket Pool JET). Tapi ruginya Pintu bus ini cuma 1, sedangkan semua Pintu Halte-halte di Koridor 9 ada tiga. Dan sangat menyusahkan orang-orang untuk keluar-masuk bus.

3. Nah ini udah bus setia Koridor 10 nih... Tau sendiri kan untung ruginya kyk apa??? Apalagi pas Peak Hour... :D


Koridor 11 (Diresmikan pada tanggal 30 Desember 2011) dengan rute Kampung Melayu-Walikota Jakarta Timur-(Tdk tau sudah sampai Pulogebang atau belum)

Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Foke, (sapaan akrabnya Fauzi Bowo) pada tanggal 30 Desember 2011. Pada rute Kampung Melayu-Walikota (walaupun sebagian sumber menginformasikan ada rute poros Pulogebang-Penggilingan menggunakan bus TMB Single)

Di sinilah, di mana banyak sekali perubahan yang telah dilakukan. Diantaranya dari halte [Foto menyusul. Bagi penumpang setia Koridor 5 yang sering mengarah Kp. Melayu, ga perlu repot2 naik Koridor 11. Liat aja Halte RS Premier (Setelah halte Ps. Jatinegara...) ;) ]. Di dalam bus, juga sedikit mengalami perubahan. Seperti adanya CCTV, bisa dilihat juga di Bus Gandeng Komodo JMT062-065 (Koridor 5). Bus yang dipakai di Koridor ini adalah Bus Gandeng PT.Inka berkaroseri:

Bus Gandeng PT.Inka Berkaroseri Laksana Bermesin Cummins (Tampak Depan)

Bus Gandeng PT.Inka Berkaroseri Laksana Bermesin Cummins (Tampak Belakang)

[Foto Dashboard Laksana dipastikan Menyusul... :)]
 
Bus Gandeng PT.Inka Berkaroseri Trisakti Bermesin Cummins (Tampak Depan)

Bus Gandeng PT.Inka Berkaroseri Trisakti Bermesin Cummins (Tampak Belakang)

Dashboard dari Bus Gandeng PT.Inka Berkaroseri Trisakti
Kabin Bus Gandeng PT. Inka. Mau yang Laksana, atau yang Trisakti, sama aja! Cuma beda dashboard aja... :)



Pintu lipat yang digunakan adalah Pintu lipat versi Kor.9/10. (Biasa disebut lipat 1 daun). Ada tulisan "Dilarang Berdiri" di dekat Pintu (Karpet Kuning). Tapi kalo bus ini sedang penuh sesak, sesuai pengamatan saya, masih aja ada yang berdiri di deket pintu... Kyk saya (Soalnya cuma turun 1 halte berikutnya, sesek lagi) :D

Halte2 di Koridor 11 juga sudah difasilitasi fasilitas untuk Tunanetra, yakni, Ubin yang menonjol berwarna kuning. pemasangannya saya kira sampai JPO, taunya di halte aja... Kyknya pemasangannya juga kurang pas. Ada jalurnya yang udah ditutup sama pagar besi. Biar orang ga nyelak. 

Semua halte (Kecuali Halte Walikota) ticketingnya ada di dekat JPO (Di atas). Pintu pastinya udah ditutup semua (Otomatis). Kyknya di setiap halte (yang ticketing di atas) dijagain sama satgas (kyk yang pernah saya liat di Halte Flyover Jatinegara) jadi ga ada lagi yang boleh naik busway "Secara Gratis" ;). 

Di halte Walikota, terdapat 2 Toilet (1 untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik (Memakai Kursi Roda), 1 untuk umum), Mushola, dan Air Mancur. Nah loh kalo banyak orang yang mau ke Toilet gimana? Toilet Umum cuma 1... -__-

Jadi secara keseluruhan, jumlah armada traja DMR sudah berjumlah 21 bus hingga saat ini, atau sama dengan 42 bus menurut perhitungan saya. Karena bus gandeng itu 2x lipatnya bus single...


Best Regards,


Adnan

Don't Forget to add me on Facebook: http://on.fb.me/MCVKld
Also follow me on Twitter: @Adnan TMBMP

Terimakasih untuk sudah membaca... Semoga Transjakarta bisa lebih baik lagi di mata publik... Amin...