Minggu, 22 Juli 2012

New Fleet of Trans Mayapada Busway.

Awalnya saya penasaran pas ada Berita "7 Armada Gandeng TMB dioperasikan" (TMB 35-TMB 41). Saya langsung cari info, seperti apa busnya. Katanya Bus Komodo yang buat Koridor baru itu. http://bit.ly/OOYvva (Credit: Mas Wibo) . Akhirnya, hari Kamis (19/7) saya langsung cari2 bus gandeng TMB.

Rutenya sih agak ribet, saya naik dari Cempaka Mas transit di Bermis, lalu transit di Matraman, naik Bus Komodo LRN arah PGC.

Lalu transit di BKN, yah, mungkin bisa dapet yang lebih lowong di Halte Awal2...

Biasanya kan lebih gampang ke BKN itu naik Koridor 10, cuma saya perkirakan busnya lama. Saya pulangnya turun di situ aja antrean arah PGCnya bukan main -_- Langsung aja ya saya bahas spesifikasi busnya:

Seperti Armada-armada Transjak DMR, bus gandeng ini dilengkapi 4 kamera CCTV. 3 Di Gerbong depan, 1 diantaranya di luar menghadap depan, 1 di gerbong belakang. Dan bisa dimonitor langsung di Ruang Kendali Pramudi menggunakan Monitor LCD. Ruangnya pun disekat pake Pintu dan bisa di kunci, seperti pada armada Transjak DMR karoseri Trisakti.
Kabin Depan TMB Gandeng (Sorry Blur)

Kabin Belakang TMB Gandeng
Ruang Kendali Pramudi Disekat pakai pintu dan bisa dikunci

Ruang Kendali Pramudi
Kalo misalnya pada males nyari ke Koridor 9, mending tengokin aja Transjak DMR di Koridor 11. Atau yang di BKO ke Koridor 5. :)

Info Haltenya juga memakai versi 4G (CMIIW), yang pakai GPS. Jadi kalo udah deket halte, info haltenya bunyi sendiri. Sudah diprogram sesuai kordinat dan tempat di mana dia beroperasi. 

Nah, di sini yang paling mengherankan, info haltenya yang bunyi cuma belnya doang. Suara Infonya pendem alias pelan. Imbasnya, cuma tulisan di Layar LEDnya aja yang kelihatan. Ini kalo bus penuh sesak, penumpang yg di belakang ga bisa liat LEDnya (Kecuali yang duduk di atas mesin/paling belakang).

*Tapi di bus gandeng, biasanya ditempatkan 2 satgas. Tapi beberapa bus ditempatkan 3 satgas. Bisa kebantu dikit lah, itu juga kalo suaranya lontong (Ups, Lantang Maksudnya :p)

Cempaka Mas-Grogol via Bermis-Matraman-BKN-Grogol udah abis 2 Jam (9.45-11.45). Tapi kalo naik Express Kalideres ke Grogol bisa lebih cepet. Bisa juga naik Koridor 2 transit di Juanda/Pecenongan [Yang masih transit di Harmoni, Jangan salahin kalo terkadang antrean(arah Kalideres) nya meriah. Tapi boleh juga sih. Tergantung selera... :) ]

*Perjalanan menyusuri bagian dalam itu lebih (baca: cepat) dibanding Jalan memutar. (Menurut Observasi saya sendiri)

Saya lanjutkan ke Lebak Bulus. Ga usah saya ceritain ya. Males. Ntar yang baca juga ikut males juga kelamaan baca... Hehe :) Daripada bosen, liat aja beberapa iklan di bawah:

Saatnya Wanita Yang Jadi "Utama"! :p (LOL!). Ini yang paling "Utama" dicomplaint penumpang2 Traja... Haha
Sampai Grogol lagi Jam 15.40. Lalu Transit. Saya kembali naik Bus Gandeng Jurusan PGC. Lalu di Cawang UKI (16.30) terjadi kemacetan panjang dari persimpangan UKI dan ujung Underpass Halte Cawang Sutoyo mengarah Cililitan. Itu disebabkan perbaikan jalan di lajur 2 dan 3 di dekat Halte UKI (mudah2an cepat selesai). Konsekuensinya, Traja dari Cawang Sutoyo mengarah Pinang Ranti, harus mengambil jalur ke kiri setelah menurunnaikkan penumpang di Cawang Sutoyo. Begitu juga dengan kendaraan lain yang ingin masuk Tol. Harus Lewat Atas. Karena tidak bisa mengambil jalur setelah underpass.

Lalu saya mendapatkan pelayanan tak puas dari salah satu satgas di Bus Gandeng yang saya naiki sebelum saya Transit di BKN. Masa kalau motret harus izin dulu? Ada ya peraturan baru? Kok bisa2nya membuat peraturan sendiri? Lagian negurnya juga ala orang arogan. Tidak memenuhi kriteria kesopanan... :(

Saat saya sampai di rumah, saya langsung tanya ke salah satu Anggota Komunitas STJ (Suara TransJakarta) yang kebetulan Friend di FB saya. Katanya tidak ada peraturan itu. Katanya, kalau ada satgas yang begitu, dia takut akan dilaporkan. Padahal, niat saya baik sekali memotret itu. Saya saat itu memotret Kondisi lalin, bus traja. Saya tegasin lagi ya: Saya TIDAK Hobby COMPLAINT/MENGADU ke Pimpinan (Kecuali kalo benar2 menyedihkan).

Saya memotret itu untuk dishare ke Jejaring Sosial, sebagai informasi (tentang kemacetan, kondisi lalin lainnya). Saya berhasil tweet ke Twitternya TMC, ada perbaikan Jalan di UKI (kala itu). Trus saya motret bus Gandeng TMB untuk dijadikan Foto Profil saya (Hasilnya jadi blur karena dikagetin sama satgas). Orang ini (Anggota STJ tsb.) juga cerita, pernah mengalami hal yang sama (Dilarang Memotret). Lalu curhat sedikit lah. Hehe. :p

*Ini juga sekaligus menjadi pengalaman ya. Siapapun yang mengalaminya, ga usah takut. Baca baik2 kalimat saya. Banyak kan anda semua pernah mengalaminya juga? Ga usah takut lagi, asalkan niat anda baik. Oke?

BTT (Back To Topic), saya sampai di Rumah Jam 17.30. Jadi berangkat jam 9.45, pulang jam 17.30 (9.45-17.30) total perjalanan 7 Jam 45 Menit. Wow! Ini hunting paling terlama dari hunting-hunting sebelumnya.

Bonus:

Terdapat beberapa gambar hasil seleksi saya yang kemungkinan hasilnya perfecto... Kalo ga suka "Date Stamp" nya (Tulisan Tanggal Pada Gambar) di crop aja... :) Soalnya camera saya sudah nge-sett sendiri seperti itu... Monggoo :) =

Transjak BMP Gandeng.

Transjak TMB Gandeng.

Again.

And Again.

Always be... :)

Bus Transjak PP (Primajasa Perdanaraya)

Again.


Baik, cukup sekian review/cuplikan saya tentang hunting kini. Doa'in ya semoga hunting2 berikutnya lebih baik... :) Biar bonusnya melimpah.. Haha :p

#Kritik, Saran dan Pujian dapat disampaikan dengan memberi komentar... ;)

Sampai Jumpa! :)

Regards, 



Adnan

Copyright © 2012 - New Fleet of Trans Mayapada Busway By Adnan Yasin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar